Catatan kali ini merupakan repost dari catatan blog salah seorang sahabat terbaik yang bersedia berada di sisi saya yang penuh aib ini. Semoga kebaikan selalu mengalir kepadanya.
Catatan ini saya temukan ketika saya searching tentang istikharah dan ternyata tulisan beliau lah yang muncul di hasil pencarian. Langsung saja, check this out :D
Banyak yang "kayaknya"akan mengasosiasikan istikharah dengan jodoh. Hehehe. Istikharah untuk mencari petunjuk, apakah ikhwan A atau ikhwan B yang akan diterima lamarannya? Atau apakah akhwat C atau akhwat D yang akan di lamar? enggak kok...kali ini insyAllah netral (ups).
Selama ini, saya agak salah memahami tentang tujuan istikharah.
Before: istikharah ketika hati kita netral, dan meminta dipilihkan Allah satu yang terbaik di antara beberapa pilihan.
After :istikharah ternyata untuk meminta petunjuk, apakah pilihan yang sudah kita pilih merupakan yang terbaik menurut Allah?
Hati manusia, tidak mungkin pernah netral. Paling tidak, itu yang selama ini dialami pribadi. Hampir bisa dipastikan akan ada kecenderungan meski sedikit pada satu di antara beberapa pilihan. Walaupun lisan bilang "netral", hati dan Allah tau, apa harapan terdalam kita.
Contoh kasus:
Kita diterima kerja di dua perusahaan, perusahaan Gajah dan perusahaan Kancil. Gaji di perusahaan Gajah, lebih besar dari perusahaan Kancil. Fasilitas lengkap, asuransi kesehatan, dapat mobil kantor, dll. Tapi konon, perusahaan Gajah, banyak ladang "basah", kita harus kuat iman deh pokoknya. Sementara itu, perusahaan Kancil adalah perusahaan yang masih berkembang. Gaji pas-pasan, fasilitas juga pas. Tapi perusahaan Kancil adalah perusahaan yang amanah. Jika kita dihadapkan pada pilihan ini, kita pilih yang mana? Atau bagaimana doa istikharah kita?
Bahwa hati manusia tidak mungkin pernah benar-benar netral. Jujur, kalo dihadapkan pada situasi di atas, saya lebih memilih perusahaan Gajah, karena sebagai manusia...kita ingin segala sesuatu yang terjamin, yang jelas, dan perusahaan Gajah-lah yang lebih jelas menjanjikan kesejahteraan (meskipun itu fana banget!). Tapi ketika istikharah, bagaimana redaksi doa yang akan saya panjatkan (atau kita?)
Yang ini:
"Ya Allah, jika perusahaan Gajah yang terbaik bagiku, bagi dunia dan akhiratku, maka mudahkanlah." Dan Jika PT.Kancil yang terbaik bagiku, bagi dunia akhiratku, maka mudahkanlah."
atau
"Ya Allah, pilihkanlah yang terbaik untuk agamaku, dunia, dan akhiratku, Pt.Gajah atau PT.Kancil? Beri hamba petunjukMu. Aamiin.."
Jika kita baca doa istikharah sesuai hadist, redaksi kalimatnya bukan untuk meminta dipilihkan yang terbaik. Tapi kita sudah menentukan pilihan, kemudian kita meminta petunjuk Allah, apakah pilihan kita merupakan yang terbaik apa bukan? Kata kuncinya adalah: kita sebelumnya sudah punya pilihan.
Kemudian..bagaimana kita tau jawaban doa istikharah kita?
Sebelumnya, saya juga sering mengira, jawaban istikharah kita adalah lewat mimpi, atau lewat petunjuk yang tiba-tiba datang. Kalau seperti contoh kasus di atas, mungkin ketika kita selesai istikharah, pas nyalain TV, langsung ada iklan sarung yang ada Nicholas Saputranya -->Gajah Duduk.Kemudian kita menyimpulkan, itu adalah petunjuk Allah, kalo perusahaan Gajahlah yang terbaik untuk kita. Kemudian kita senang, karena ternyata petunjuk Allah sesuai dengan kecenderungan kita. Yes, kata Allah juga Perusahaan Gajah yang terbaik. Hati-hati...
Bisa jadi, itu adalah ujiannya. Kita secara tidak sadar, akan lebih fokus pada hal-hal yang ingin kita lihat atau sedang kita pikirkan. Padahal, bisa jadi..sebelum nyalain TV, kita sebenarnya sudah melihat gambar Kancil di pintu kulkas . Tapi karena kita sudah cenderung pada perusahaan Gajah, si Kancil pun dicuekin.
Kalo kata pa Ustad, jawaban doa istikharah tidak selalu lewat petunjuk seperti mimpi, kebetulan, atau fenomena alam. Jika sesuatu yang kita inginkan itu akhirnya terjadi, itu adalah jawaban doa istikharah kita, karena artinya Allah telah berkehendak. Allah akan mudahkan jalannya dan Allah akan bukakan jalan keluar dari arah yang tidak disangka-sangka, jika hal yang kita maksud adalah yang terbaik. Tapi, jika hal yang kita inginkan tidak terjadi, itu berarti bukan yang terbaik bagi kita. Ada saja sesuatu penghalang yang membuat hal yang kita maksud batal terjadi. Akan ada sesuatu yang dengan indahnya Allah mengarahkan kita menuju yang terbaik menurutNya.
Pada akhirnya, Allah Maha Baik. Ia menjawab doa-doa hambanya dengan cara yang tidak disangka-sangka.
Jujur, sewaktu saya membaca catatan beliau ini, hati saya langsung berkata "wah, inilah yang benar-benar saya cari". Semoga Allah berikan kebaikan yang tak putus kepada beliau dan semoga catatan kali ini juga memberi manfaat bagi kita semua yang membacanya.
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (AL-Baqarah (2) : 186)
sumber : http://anisamartiana.blogspot.com/search/label/Dakwah

No comments:
Post a Comment