Social Icons

Pages

Sunday, March 22, 2015

Catatan 4 : Kolak Pisang, Mimpi Indah, dan Halaqah

Bissmillahirrahmanirrahiim

dokumentasi pribadi: Pemandangan dari atap kosan
di waktu senja
Tulisan kali ini isinya mungkin lebih ke curcol (kayanya semua postingan mia curcol ya :D), tapi tak apalah. Semoga ada hikmah (meski sedikit) yang bisa sama-sama kita petik dari curcol saya kali ini.

Judul catatan keempat ini agak aneh ya? Apa pula hubungan kolak pisang, mimpi indah, dan halaqah? Jawabannya memang mereka ngga ada hubungannya sama sekali. Judul itu saya pilih karena tiga hal itu yang menggambarkan hari sabtu saya ini :).

Sabtu pagi itu, setelah selesai bercengkrama dengan-Nya, saya iseng(?) ke dapur, Ibu sedang membuat nasi goreng untuk sarapan seisi rumah. Kemudian, kedua mata saya menangkap gambaran sebuah panci yang teronggok di atas kompor dan pikiran saya pun tergelitik untuk membuka penutup pancinya (lebayy). Sebenernya udah tau sih itu panci pasti isinya kolak pisang soalnya pas malam udah lihat. Sedikit flash back dulu ya. Beberapa hari yang lalu kita baru panen pisang yang ada di belakang rumah. Alhamdulillah, hasilnya lumayan banyak, sebagian dijadikan keripik, gorengan, dan yang terakhir ini dijadikan kolak. Nah, lanjut curhatan saya, singkat cerita saya langsung ambil wadah buat kolak, ambil kolak terus ngacir ke depan untuk menikmati kolak pisang. Alhamdulillah, sungguh tak terhitung nikmat Allah untuk saya pagi itu :). Teringat sebulan lalu saya sama sekali tidak tertarik untuk makan, jangankan makan kolak pisang pagi-pagi, disuguhi mie aceh saja yang merupakan makanan favorit saya (kode detected :D) selepas kerja yang biasanya adalah waktu lapar-laparnya saya, saya ngga sentuh itu mie aceh sama sekali. Jadi, saat saya sudah bisa menikmati enaknya kolak pisang di sabtu pagi ini adalah satu hal yang amat saya syukuri. Kecil memang, hanya sebatas nafsu makan. Tapi, ketika Allah cabut nikmat nafsu makan dari kita, percayalah kawan rasanya amat tidak enak :').

Selepas makan kolak pisang saya bantu-bantu ibu beberes rumah dan lain-lain, mumpung libur kerja dan sekalian memanfaatkan waktu sebelum Liqo jam 11 nantinya. Tak terasa beberes udah selesai, saya melirik jam, ternyata masih jam 8 lebih sedikit waktu itu. Masih banyak waktu nih pikir saya, terus saya ngegoler-goler lagi, niatnya mah ngegoler-goler aja, ternyata saya ketiduran :D. Dalam tidur  itulah saya Alhamdulillah memperoleh nikmat dalam bentuk lain. Nikmat mimpi indah :). Mimpi apa? untuk satu ini, saya ngga bisa cerita hehe... yang pasti indah kawan, mimpi tentang sesuatu yang selalu ada dalam doa saya sebulan terakhir ini :). Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim, Baginda Rasulullah SAW bersabda "Mimpi yang baik itu dari Allah sedang mimpi buruk itu dari setan. Barangsiapa bermimpi buruk, kemudian meludah ke kiri (tanpa keluar air ludah) tiga kali dan mengucapkan ta'awwudz (yaitu, ucapan audzubillahi minasyaitanirrojim), maka syaitan tidak akan mengganggunya dan hendaknya tidak memberitahu siapapun. Dan barangsiapa yang bermimpi baik, maka bergembiralah dan jangan memberitahu kecuali pada orang yang kamu senangi." Semoga Allah kabulkan doa-doa kita ya, kawan :).

Jam menunjukkan pukul 11, sahabat yang akan menjemput ke rumah biar pergi bareng ke tempat Liqo belum datang juga. Beberapa saat kemudian handphone saya berbunyi. Sms dari sang sahabat masuk dan ternyata ia mengalami sedikit kendala yang membuatnya tidak bisa datang tepat waktu. Saya akhirnya pergi sendiri ke tempat Liqo. Sepanjang jalan menuju ke tempat Liqo saya udah disms-in, dibbm-in, dimessage-in sama sahabat-sahabat se-liqoan.  dan ya... saya telat, telat banget. Semua (kecuali sahabat saya yg tadi) sudah berkumpul, jadi merasa bersalah, kenapa tadi ngga menghubungi sahabat saya itu lebih awal :'(. Malu banget pas melangkah masuk ke masjid itu, tapi sewaktu melihat lingkaran di pojokan itu, melihat wajah-wajah teduh yang tersenyum itu, ahh... sungguh saya tak bisa ungkapkan rasa yang muncul seketika di hati. Sungguh aku amat mencintai mereka Allah :'). Kekalkan ikatan kami sampai ke Jannah-Mu, Allahku :').

Masih banyak sekali yang terjadi hari sepanjang sabtu ini, tapi saya sudahi sampai sini aja curcolnya ya. Khawatir kepanjangan :D. Semoga memang ada hikmah yang dapat dipetik dari tulisan saya ini kawan.

Sungguh Engkau adalah penulis skenario kehidupan terbaik, Allahku :)

Wallahu'alam bisshawwaab









No comments:

Post a Comment